Rabu, 19 Juni 2019

Keterbukaan Informasi Publik

Undang Undang No. 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik menjadi titik balik terhadap aspek legislatif, upaya masyarakat dalam mencaru dan memilih sumber informasi.

Keterbukaan Informasi Publik merupakan informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim dan diterima dari suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggaraan badan publik lainnya sesuai dengan UU ini serta informasi lain. 

Jenis Informasi Publik
1.) Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan
    a. Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara serta merta.
    b. Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala.
    c. Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan setiap saat.
2.) Informasi yang dikecualikan.

Tujuan Keterbukaan Informasi Publik:
1. Menjamin hak warga negara
2. Mendorong partisipasi masyarakat
3. Meningkatkan peran aktif masyarakat
4. Mengetahui alasan kebijakan publik
5. Mengembangkan ilmu pengetahuan

Pengertian Profesi, Profesional, dan Profesionalisme

Selamat malam sahabat onlineku.
Jangan bosan-bosan deh baca coretan aku ya. Biar coretan sederhana, tapi ada makna loh. 
Nah sekarang aku mau membahas tentang istilah profesi, profesional, dan profesionalisme. Monggo dibaca 😊

Profesi, Profesional, dan Profesionalisme

Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan ilmu pengetahuan atau keterampilan khusus sehingga orang yang memiliki pekerjaan tersebut harus mengikuti pelatihan tertentu agar dapat melakukan pekerjaannya dengan baik.
Mereka yang berprofesi di bidang tertentu biasanya disebut dengan profesional, yaitu seseorang yang memiliki keahllian teknis di bidang tertentu. Misalnya arsitek, dokter, akuntan, tentara, pengacara, desainer, dan lain sebagainya.
Sedangkan profesionalisme ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu, dll) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada/dilakukan oleh seseorang yang profesional. 

Disrupsi dan Eksistensi Pustakawan

Nah sahabat online, pembahasan lanjutan kita hari ini tentang disrupsi dan eksistensi pustakawan. Langsung cekidot okayy👇

A. Pengertian Disrupsi
Disrupsi merupakan perubahan yang mendasar atau fundamental. 
Menurut KBBI, disrupsi adalah hal yang tercabut dari akarnya. Era disrupsi ini merupakan fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata ke dunia maya.
Salah satu contoh disrupsi di perpustakaan ialah, beberapa peran pustakawan sudah dapat digantikan dengan peran mesin mandiri. Dan segala sesuatu yang dulunya masih secara manual, sekarang banyak yang sudah berubah ke digital. 


B. Eksistensi pustakawan
Eksistensi pustakawan merupakan kemampuan seorang pustakawan yang didapat secara alami atau sudah menjadi bawaannya dari dulu. Eksistensi pustakawan sedikit berbeda dengan kompetensi, karena kompetensi pustakawan merupakan kemampuan yang diperoleh melalui jalur pendidikan atau pelatihan. 
Di era disrupsi ini, pustakawan harus mampu meningkatkan eksistensi dan kompetensi nya agar keberadaannya tidak tergeser atau bahkan musnah. 

Embedded Librarian

Hai sahabat online ku, mungkin masih ada diantara kita yang masih asing dengan istilah embedded  librarian ini yaa. Tapi gapapa, karna coretan kali ini aku akan ngebahas masalah embedded ini. Langsung cus kebawah ya👇

A. Pengertian Embedded Librarian

Embedded Librarianship adalah “ the integration of librarian and library service within an organization unit, deparment, or team” integritas dari pustakawan dan layanan perpustakaan di dalam sebuah unit organisasi, deparment atau tim dan  sebagainya merupakan kegiatan embedded librarian.

B. Tujuan
    1. Pustakawan dalam tim kerja
    2. Mengoptimalkan perpustakaan dengan kerangka kerja
    3. Layanannya baik
   4. Librarian/pustakawan sebagai sumber informasi. 

Selasa, 18 Juni 2019

E-resources Perpustakaan

Teman-teman pasti udah tau dong arti kata e-resources itu apa? Yuk kita bahas sama-sama yaa👌

A. Pengertian E-resources
Koleksi E-Resources  menurut pendapat Johnson adalah konten elektronik yang diseleksi oleh pustakawan dari berbagai ragam sumber untuk perpustakaan, dikelola oleh perpustakaan, serta disediakan untuk pemustaka. Koleksi e-resources ini diperoleh melalui pembelian leasing atau tersedia secara gratis yang mungkin diseleksi judul per judul atau dalam satu paket. 
Panduan yang dikeluarkan oleh International Federation of Library Associations and  Institutions (IFLA ) mendefinisikan e-resources sebagai berikut:
“Electronic resources refer to those materials that require computer access, whether through a personal computer, mainframe, or handheld mobile device. They may either beaccessed remotely via the Internet or locally.”
Definisi e-resources di atas menunjuk pada semua bahan perpustakaan yang membutuhkan akses komputer baik secara remote (jarak jauh) maupun secara lokal melalui komputer personal (PC), mainframe, atau perangkat mobile. Hal ini menunjukkan bahwa setiap sumber informasi atau sumber daya informasi yang aksesnya melalui perangkat komputer maka dapat dinamakan sebagai e-sumber daya atau e-resources.

B. Jenis E-resources di Perpustakaan
Menurut pedoman IFLA yang diterbitkan pada tahun 2012, sumber daya elektronik di perpustakaan terdiri dari:
 1. Jurnal elektronik: biasa dikenal dengan sebutan e-journals.
2. Buku elektonik: biasa dikenal dengan sebutan e-books. 
3. Basis data naskah lengkap (agregasi): secara umum dikenal sebagai aggregated databases. Sumber daya elektronik berbentuk basis data lengkap agregasi ini biasanya menyediakan sumber daya elektronik berbagai jenis (e-journal, e-book, e-proceeding, e-paper, dll) dalam satu wadah, yang diperoleh dari satu atau lebih penerbit atau penyedia konten elektronik.
4. Basis data indeks dan abstrak
5. Basis data referensi (biografi, kamus, direktori, ensiklopedi, dsbnya.
6. Basis data statistik dan angka: merupakan sumber daya elektronik yang menyediakan berbagai data berupa data statistik dan angka.
7. Gambar Elektronik: merupakan satu sumber daya elektronik yang menyediakan berbagai gambar.
8. Sumber daya audio/visual elektronik: merupakan sumber daya elektronik dalam bentuk audio visual misal film, musik, dokumenter, dan sejenisnya. 

Pada kesimpulannya, e-resources merupakan segala jenis bahan pustaka yang sudah berbentuk elektronik , bukan lagi dalam bentuk yang tercetak atau konvesional.

Librarian Ikigai (Ikigai Pustakawan)

Sahabat online ku, kali ini aku bahas masalah ikigai pustakawan Ya. Semoga bermanfaat untuk sahabat semuaa😊

Nah ada yang tau apa itu ikigai? Udah pernah dengar belum yaa? Gapapa deh mau udah atau belum, cus kita bahas dibawah okayy👇

Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita harus tau dulu dong apa itu ikigai. Nah sahabatku, Ikigai pada dasarnya terdiri dari dua kata, yaitu iki yang bearti kehidupan dan gai yang bearti nilai, gai berasal dari kata kai (Dalam bahasa jepang artinya cangkang) diangap bernilai tinggi dan dari sana ikigai menjadi kata yang berarti nilai dalam hidup. Kemudian ikigai merupakan konsep budaya jepang yang memiliki arti dalam “alasan untuk hidup” atau dapat juga diartikan alasan untuk bangun pagi dan beraktifitas. Kai juga berasal dari kata yarigai yang berati nilai untuk melakukan sesuatu atau nilai dalam bekerja. Ikigai dalam hal ini merupakan sebuah konsep yang komprehensif mengambungkan nilai dalam kehidupan. Ikigai sangatlah penting bagi seseorang di jepang karena dapat menjalankan perannya dalam kehidupan juga mendapatkan makna dan tujuan hidup yang harus dijalani, kehidupan yang memiliki ikigai dapat membuat seseorang diberikan peran serta tanggung jawab dalam hidupnya. 

Ikigai Pustakawan
Hubungan antara pustakawan dengan konsep ikigai lainnya adalah profesi dan pekerjaan karena dengan mengaplikasikan keahlian, keterampilan dengan pendidikan yang ditempuh oleh pustakawan  ia mampu mendapatkan hasil atau pembayaran dari pekerjaannya. Selain itu dengan menerapkan konsep ikigai juga membuat pustakawan mampu meningkatkan kedisiplinan diri, rasa tanggung jawab yang besar dan mengimplementasikan nilai-nilai positive yang diterapkan dalam pengembangan kompetensi pustakawan untuk berinovasi, berkreasi di dalam perpustakaan. oleh karena itu dengan menerapkan nilai-nilai diatas tentunya bisa mengembangkan eksistensi baik dari perpustakaan dan pustakawan itu sendiri.



 

Marketing For Libraries

Hallo sahabat online ku semua. Berjumpa lagi dengan coretanku setelah lama tidak bercoret ria disini😊

Kali ini aku akan bahas tentang salah satu hal penting yg harus dilakukan oleh perpustakaan, yaitu Marketing For Library (Pemasaran Perpustakaan). Semoga bermanfaat 😘

Konsep pemasaran untuk organisasi non-profit seperti perpustakaan dikenalkan oleh Kotler pada akhir tahun 1960-an. Kemudian pada tahun 1982 dia mengurai strategi pemasaran untuk oganisasi non-profit tersebut. Menurutnya organisasi non-profit seperti halnya perpustakaan sebenarnya lebih banyak terkait dengan produk jasa daripada produk barang. Jasa sangat berbeda dibanding dengan barang manakala jasa punya karakteristik berupa “tidak dapat disentuh”, “tidak terpisah”, dan “musnah”. Karena karakteristik ini, jasa layanan informasi membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan barang. Jasa layanan informasi tidak hanya sebagai komoditas yang bernilai, tetapi juga komoditas yang dapat dijual seperti halnya produk lainnya. Untuk itulah perpustakaan memerlukan pemasaran. Pemasaran ini sangat diperlukan karena dewasa ini banyak hal yang terjadi di perpustakaan, namun perpustakaan tetap harus mempertahankan bisnisnya, yaitu memberi layanan informasi pada pelanggannya (pemustaka).

Sasaran kegiatan marketing ini adalah pengguna. Untuk memuaskan kebutuhan pengguna, menurut Rustomji dan Vieira dapat dilakukan dengan komposisi marketing berikut, yang juga disebut dengan 4P Marketing, yaitu:
1. Product Planning atau perencanaan produk
2.  Pricing atau penetapan harga
3.  Physical Distribution atau distribusi fisik
4.  Promotion and Advertising atau promosi dan iklan.

Tetapi yg perlu sahabat online ku tahu, sebelum melakukan pemasaran dan promosi perpustakaan, ada baiknya perpustakaan yang bersangkutan melakukan analisa SWOT dulu, agar tahu kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan kedepannya yang harus dihadapi oleh perpustakaan tersebut. 




Senin, 29 April 2019

Sentralisasi dan Desentralisasi

Hallo Sahabat online, Coretan Bermakna kembali lagi :)

Coretan kali ini kita akan membahas mengenai istilah "sentralisasi dan desentralisasi".
Temen-temen online ku semua sudah tau arti dari istilah sentralisasi dan desentralisasi? Pasti sudah dong ya? 
Tapi tetap dibaca coretan aku ini ya manteman. Happy reading !!

Sentralisasi adalah sebuah penyerahan kekuasaan dan juga wewenang pemerintahan secara penuh kepada pemerintahan pusat. Pemerintah yang dimaksud disini ialah Presiden dan Dewan Kabinet. Sedangkan yang dimaksud dengan wewenang adalah kewenangan politik serta kewenangan administrasi.
Desentralisasi adalah penyerahan kebijakan dari pemerintah pusat kepada pemerintahan daerah suoaya dapat mengatur urusan rumah tangganya sendiri. Namun tidak untuk semua hal,  masalah keamanan, hukum, dan kebijakan merupakan beberapa hal yang masih terpusat namun tetap ada pendelegasian kepala daerah. 

Desentralisasi juga dapat diartikan sebagai penyerahan wewenang kepada para manajer atau orang-orang pada level bawah disuatu organisasi dalam membuat keputusan atau kebijakan. Pada perpustakaan dapat kita lihat pada saat pimpinan perpustakaan memberi wewenang kepada setiap kepala bidang untuk membuat kebijakan,  yang kemudian disetujui oleh pimpinan tersebut. 
ketika semua peraturan atau kebijakan seluruhnya berpusat kepada pimpinan, disebut sentralisasi.

Sekian dulu ya teman-teman. Mohon maaf kalau ada yang salah dan kurang :)

Revolusi Industri 4.0

Hallo sahabat onlineku, kembali lagi di blog Coretah bermakna :)
Semoga temen-temen online ngga bosan-bosan ya untuk baca coretanku .

Nah, kali ini kita akan sharing ilmu tentang "revolusi industri 4.0" ya. Temen-temen pasti sudah sering mendengar istilah tersebut kan ?

Revolusi industri 4.0 artinya integrasi antara dunia online dengan dunia industri untuk meningkatkan efesiensi nilai proses industri. Jika dikaitkan dengan perpustakaan, revolusi industri keempat ini menjadi lompatan besar bagi perpustakaan dimana teknologi informasi dapat digunakan sepenuhnya untuk memudahkan segala aktifitas di perpustakaan. Ada beberapa tahap perkembangan revolusi, diantaranya :

  • Revolusi 1990-an : -Tradisional Library

                                       -Promote to public library
                                       -Program Literasi (mengajarkan membaca dan  menulis, meningkatkan minat baca.              
          Pada era ini, pustakawan bekerja dibagian tertentu, misalnya pengelola di perusahaan/lembaga.

  • Revolusi era 2000-an : - Information society dalam lingkup indutri           

                                             - Sudah adanya google
                                             - Revolusi 1.0
                                             - Revolusi 2.0
                                             - Automasi

Pada era revolusi 4.0, perpustakaan sudah banyak menyediakan segala bentuk informasi ke dalam bentuk digital. Sehingga memudahkan pengguna untuk menemukan dan menggunakan informasi. Pada era ini juga, petugas perpustakaan tidaak hanya duduk diam menuggu pemustaka datang, tetapi mereka harus lebih menawarkan informasi kepada pemustaka atau istilahnya "menjemput pelanggan" untuk dapat menggunakan informasi yang tersedia.

Inklusi Sosial

Assalamualaikum, selamat sore sahabat onlineku :)
Jumpa lagi kita dicoretan hari ini .

Hari ini aku akan membagikan simple mind map tentang "inklusi sosial".
Semoga bermanfaat ya!



Minggu, 28 April 2019

Kurasi Digital

Sahabat onlineku semua, ada yang sudah pernah mendengar istilah kurasi digital? kalau belum, disimak yuk coretan aku dibawah ini ya :)

Kurasi digital adalah istilah yang baru dan terkait dengan perkembangan preservasi digital dan pengarsipan digital. Ini adalah istilah yang relatif baru yang menggabungkan dua aspek konsep yaitu "data kurasi" dan pelestarian digital terutama dipergunakan oleh bidang perpustakaan dan arsip. Penggunaannya dimaksudkan untuk membangun jembatan diantara keduanya yang mencerminkan pendekatan baru. 

Digital Curation Center (DCC) memberikan istilah kurasi digital dalam kaitan menjaga dan memberikan nilai tambah dalam informasi digital untuk dapat digunakan saat ini dan masa depan. Sedangkan kurasi secara umum dipahami sebagai proses manajemen aktif dan penilaian data selama siklus hidup ilmiahnya. Meskipun tidak semua informasi digital dihasilkan akan memiliki nilai jangka panjang dan menjadi komponen yang penting. Nilai jangka panjang volume informasi akan bervariasi antara disiplin ilmu dan berbagai kategori bahan, konsekuensinya, diperlukan seleksi, kurasi dan pelestarian jangka panjang, sehingga dapat digunakan di masa depan.

Semoga bermanfaat ya temen-temen onlineku :)

Knowledge Management

Hallo Sahabat Onlineku :)

Kali ini kita akan belajar tentang Knowledge Management ya !

Apa itu knowledge management? knowledge management adalah proses menciptakan, membagikan, menggunakan, dan mengelola suatu pengetahuan dan informasi dari sebuah organisasi.

Ada 5 alasan kenapa knowledge management itu diperlukan :
1. Mempercepat akses terhadap informasi dan pengetahuan.
2. Meningkatkan proses pengambilan keputusan.
3. Menciptakan inovasi dan perubahan.
4. Meningkatkan efesiensi tiap unit oprasi dan proses bisnis organisasi.
5. Meningkatkan kepuasan pelanggan.

Sekian, semoga bermanfaat ya !

Analisis SWOT Perpustakaan

Assalamualaikum Sahabat Onlineku :)

Jumpa lagi di blog coretan bermakna ini.  Kali ini aku mau membahas tentang "Analisis SWOT Perpustakaan".  Enjoy this writings manteman!!

Analisis SWOT di perpustakaan bertujuan untuk menganalisa potensi yang dimiliki perpustakaan saat ini dan menentukan arah pengembangan perpustakaan dimasa yang akan datang. Berikut ini adalah contoh dari analisis SWOT pada sebuah perpustakaan.

Strength (Kekuatan)
1. Pustakawan dan staf administrasi di perpustakaan memahami tugasnya dan memiliki sikap profesionalisme yang baik.
2. Adanya Online Public Access Catalougue (OPAC) untuk mempermudah pencarian koleksi.
3.Tersedianya berbagai bahan pustaka yang dapat dimanfaatkan oleh semua civitas akademika kampus.
4. Fasilitas wifi memudahkan pemustaka dalam mencari informasi melalui internet.

Weaknesses (kelemahan)
1. Pustakawan dan staf administrasi di bidang pelayanan masih ada yang belum optimal dalam menjalankan tugasnya.
2. Kekurangan fasilitas komputer yang digunakan untuk OPAC, sehingga mengharuskan pengguna untuk mengantri.
3. Koleksi yang ada belum sebanding dengan jumlah kebutuhan pengguna yang dilayani.
4. Jaringan wifi yang lambat dapat menghambat penelusuran informasi.

Opportunity (Kesempatan)
1. Kebutuhan informasi yang semakin meningkat membuat perpustakaan tidak pernah sepi pengunjung.
2. Perkembangan teknlogi yang semakin berkembang memungkinkan banyak software yang perpustakaan yang ditawarkan,
3. Banyak website yang menyediakan banyak informasi sebagai akses informasi.
4. Peluang kerjasama dan resources sharing antar perpustakaan.

Treats (Ancaman)
1. Adanya kompetensi yang ketat menuntut kualitas SDM perpustakaan untuk ditingkatkan.
2. Perubahan perilaku pengguna yang menuntut akases informasi yang cepat dan akurat.
3. Kurangnya alokasi dana anggaran untuk perpustakaan.
4. Banyak virus komputer yang menyerang software layanan perpustakaan.

Semoga coretan ini bermanfaat untuk kita semua ya .

Transformasi Perpustakaan

Assalamualaikum sahabat online ku :)

Hari ini aku mau ngasih tau ke teman-teman online ku salah satu materi kuliah tentang "Transformasi Perpustakaan". Semoga bermanfaat untuk kita semua ya !!

Nah, sebelum kita membahas lebih lanjut tentang transformasi perpustakaan. Kita harus tau dulu apa arti dari kata transformasi itu sendiri.Temen-temen tau ga sih apa itu transformasi? Nih aku kasih tau ya.

Transformasi secara harfiah berarti “perubahan rupa, bentuk sifat, fungsi, dan sebagainya”. Perubahan tersebut dilakukan secara bertahap dan totalitas. Berdasarkan kutipan Lien, Diao Ai, transformasi adalah perubahan yang bersifat struktural, secara bertahap, total, dan tidak bisa dikembalikan lagi ke bentuk semula (irreversible). Jadi Transformasi perpustakaan adalah suatu perubahan dalam unsur perpustakaan, diantaranya unsur koleksi, pengolahan, penyimpanan, dan pemakai.


Hal ini merupakan tantangan sebuah perpustakaan untuk dapat mengambil peran yang lebih kompleks dan multifungsi juga sebagai agen perubahan (agent of change). Dalam buku The Art of Library  mengatakan bahwa posisi perpustakaan sebagai agen perubahan dan pusat pembudayaan manusia sangat dipengaruhi oleh 4  factor penting yaitu pengelola perpustakaan (SDM), sumber informasi ,para pengguna (users) dan biaya. Perpustakaan yang bertransformasi yaitu perubahan dari perpustakaan pada era konvensional menjadi perpustakaan era digital. 


Perpustakaan pada era revolusi industri 4.0 ini harus mampu mempersiapkan inovasi-inovasi yang baru terutama di bidang SDM /Pustakawannya. Perpustakaan pada era ini dituntut untuk memiliki pustakawan yang serba bisa dalam melakukan perubahan pada perpustakaan agar perpustakaan tidak salah jika dikatakan sebagai agen perubahan.

Gimana temen-temen semua? sudah tau kan apa itu transformasi perpustakaan. Semoga coretan ilmu ini bermanfaat untuk aku dan temen-temen online semua ya. See You On Next Coretan:)

Kamis, 25 April 2019

Coretan Pertama

Assalamualaikum sahabat online ku :)

Bismillahirrahmanirrahim.
semoga coretan pertama ini  menjadi awal yang baik untuk coretan selanjutnya ya!
Mari sama-sama kita bersyukur kepada Allah karena masih diberikan kesempatan untuk bernafas setiap detik tanpa harus memperhitungkan biayanya. 

Mau curhat sedikit boleh dong:)

Hari ini, gagal lagi. 
Entah benar gagal, atau hanya ditunda keberhasilannya.
Fitrah manusia bukan? jika tidak suka yang namanya kegagalan dan penolakan?
Tapi begitulah yang terjadi. Jangan salahkan Sang Pencipta. Karena Dia sudah berjanji selalu memberikan hasil sesuai dengan usaha dan juga doa.
Lalu siapa yang salah? Apa yang kurang? 
Doa kah? Usaha kah?
Lagi-lagi hanya mampu berkata entahlah.
Namun dari kegagalan hari ini aku mendapatkan pelajaran,
bahwa ada hikmah disetiap kegagalan, dan akan ada penguat disetiap kejatuhan.
itu semua tergantung prasangka kita kepada-Nya.
kegagalan hari ini, itulah yang terbaik untuk mencapai keberhasilan kedepannya. 
Mari berprasangka baik terhadap-Nya. mungkin ini cara-Nya dalam menyayangi kita :)

Keterbukaan Informasi Publik

Undang Undang No. 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik menjadi titik balik terhadap aspek legislatif, upaya masyarakat dalam...